Spoiler Thread KKN di Desa Penari Versi Republik Artikel

Spoiler Thread KKN di Desa Penari Versi Republik Artikel

Media sosial Twitter di buat rame oleh twit yang dilakukan oleh akun Twitter @SimpleM81378523 yang menceritakan tentang kisah 6 orang Mahasiswa (Ayu, Widya, Nur, Anton, Wahyu dan Bima) yang melakukan KKN di Desa Penari.

Tujuan mulia KKN mereka harus berakhir teragis karena diantara mereka ada yang melakukan hal-hal yang dilarang di tempat mereka KKN. Kegiatan KKN yang semestinya berjalan baik- baik saja berubah menjadi sebuah peristiwa yang tidak akan mereka lupakan.




Dua dari peserta KKN di Desa Penari harus menjadi korban dalam peristiwa yang memilukan ini. Dua orang tersebut ialah Ayu dan Bima. Keduanya harus kehilangan nyawa mereka karena telah melakukan perbuatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Bagi yang belum membaca atau sudah membaca cerita Horor KKN di Desa Penari, Republik Artikel akan memberikan Spoiler Thread KKN Di Desa Penari yang mana memberikan informasi terkait dengan intisari cerita KKN.

  1. Sebelum melakukan kegiatan KKN di Desa Penari sudah banyak hal-hal yang tidak wajar yang dialami Nur. Bahkan orang tuanya pun sudah melarangnya untuk melakukan kegiatan KKN di wilayah wetan tepatnya Kota B……. yang mana memang terkenal akan hal-hal mistisnya.

    Apalagi tempat KKN yang mereka pilih merupakan sebuah Dukuh yang sangat jauh dari hinggar – bingar gemerlap kota, bahkan bisa dikatakan cukup pelosok dan jarang ada yang berani datang.

    Tak cukup disitu saja, Nur juga sudah merasakan firasat yang aneh dan tidak wajar ketika pertama kali datang ke Desa Penari. Bahkan sesaat perjalanan menuju ke lokasi KKN banyak kejadian yang seolah melarangnya untuk melakukan kegiatan KKN di Desa Penari.
  2. Setibanya di lokasi KKN, Ayu, Widya, Nur, Anton, Wahyu dan Bima. Di sambut oleh Pak Prabu yang merupakan kepala desa di Desa Penari. Pak Prabu pun menitipkan pesan untuk para peserta KKN bisa menjaga sikap selama KKN.

    Pak Prabu juga memberikan peringgatan untuk tidak mendatangi beberapa lokasi yang di keramatkan oleh warga Desa Penari. Karena itu sudah merupakan kebiasaan turun temurun di Desa tersebut.

    Dan jika dilanggar maka akan bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan bagi orang yang melanggar dan juga bagi warga Desa Penari itu sendiri.
  3. Sedari awal kegiatan KKN di Desa Penari berlangsung ada mahluk gaib yang bernama “Badarawuhi” yang telah memilih Widya untuk dijadikan seorang penari di Desa Penari karena Widya merupakan sosok Mahasiswi yang cantik dan masih perawan. Sehingga dianggap mampu untuk mengantikan peran “Badarawuhi” selama ini.

    Banyak yang bertanya, kenapa bukan si Nur? Dia kan juga cantik dan masih perawan. Nur tidak bisa dijadikan calon pengganti karena Nur memiliki sosok gaib yang menjaga dirinya selama kegiatan KKN. Sehingga “Badarawuhi” tak mampu mendekatinya.

    Terus kenapa bukan si Ayu? Ayu juga memiliki paras yang cantik! Hal ini karena Ayu merupakan perantara yang digunakan “Badarawuhi” untuk mendekati Widya, meskipun akhirnya di gagalkan oleh si Nur. Sehingga Widya selamat.
  4. Bima selama masa KKN berlangsung ternyata mencintai Widya, guna memuluskan aksinya. Diam-diam Bima sering pergi ke tempat “Badarawuhi” untuk mendapatkan gelang yang dimiliki “Badarawuhi” untuk memelet Widya, akan tetapi ada hal yang harus dibayar Bima.

    Bima harus mau melakukan hubungan intim dengan “Badarawuhi”, hal inilah yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Karena “Badarawuhi” merupakan mahluk ghaib sedangkan Bima adalah Manusia.

    Apa yang dilakukan oleh Bima ini merupakan sebuah larangan yang sedari awal sudah dia ketahui jika dilarang untuk datang ke sendang tempat “Badarawuhi” yang memang terlarang bagi warga Desa Penari.
  5. Tak hanya Bima yang melanggar aturan di Desa Penari, Ayu juga diam-diam datang ke sendang untuk mendapatkan jimat, berupa selendang berwarna merah yang dipercaya memiliki kekuatan untuk bisa memelet seseorang.

    Ayu sedari awal ternyata memiliki rasa cinta yang cukup dalam ke dalam Bima, sehingga dia rela melakukan apapun untuk mewujudkan cintannya. Meskipun dia sendiri sadar akan resiko yang akan dia terima.
  6. Tetapi kenapa yang menjadi korban Bima dan Ayu, bukan Widya ? Hal ini, dikarenakan Bima dan Ayu gagal menjalankan tugas yang diberikan “Badarawuhi” untuk mengorbankan Widya sebagai Penari.
  7. Selain itu Bima dan Ayu telah melakukan sebuah hubungan intim layaknya Suami Istri di tempat keramat yang seharusnya tidak boleh didatangi apalagi di jadikan sebuah tempat bermesraan.

    Perbuatan mereka berdua ini tentunya memiliki akibat yang harus mereka berdua tanggung serta masyarakat Desa Penari. Karena telah melanggar sesuatu yang memang sangat dilarang dilakukan.
  8. Setelah kejadian yang memilukan ini, pihak kampus tempat , Ayu, Widya, Nur, Anton, Wahyu dan Bima di kota S……, kabarnya telah melarang Mahasiswa mereka untuk melakukan KKN di wilayah wetan (timur) dan lebih memilih KKN di wilayah kulon (barat).

    Pihak kampus juga melakukan evalusi dengan tidak memberikan izin kepada Mahasiswanya untuk menentukan sendiri kegiatan KKN tetapi pihak kampuslah yang menentukan lokasi KKN guna mencegah kejadian sama terulang.

    Viralnya Thread KKN di Desa Penari di Twitter membuat banyak orang yang penasaran dimana lokasi KKN ini berlangsung sebenarnya. Hal ini karena akun Twitter @SimpleM81378523 tidak menyebutkan secara rinci lokasinya berada.

    Lokasi cerita horor KKN di Desa Penari menggunakan istilah seperti penyebutan lokasi yakni temp[at Kota KKN ada di Kota B….., Mahasiswa dari kota S….., hutan D……., menuju lokasi KKN melewati kota J……..

    Hal ini tentunya membuat semua orang merasa semakin penasaran dibuatnya. Hal ini ditambah karena diakhir cerita dituliskan. Bahwa lokasi sengaja disamarkan untuk melidungi nama baik kota, desa dan kampus yang di sebutkan dalam cerita ini.

    Meskipun dalam Thread KKN di Desa Penari menyantumkan sebuah lokasi wisata Rawa Bayu yang berada di Kota Banyuwangi Jawa Timur. Akan tetapi hal ini tidak bisa serta merta memberikan jawaban jika lokasi KKN ada di Rawa Bayu.

    Kenapa demikian, ini karena lokasi seperti yang diceritakan dalam kisah KKN di Desa Penari ini memiliki banyak kemiripan lokasi di beberapa tempat yang ada di Kota Banyuwangi Jawa Timur.

    Kita seharusnya tidak perlu mempersoalkan dimana lokasi KKN ini sebenarnya berada. Hal terpenting adalah kita harus memahami pesan yang ingin di sampaikan dalam cerita KKN ini ialah.

    Dimanapun kita berada, kita harus menjaga tingkah laku kita dan mematuhi segala peraturan yang ada. Baik itu peraturan secara tertulis atau tidak tertulis. Hal ini sangat penting.

    Kita juga tidak bisa mendatangi tempat-tempat yang memang dilarang untuk dikunjungi, meskipun merasa penasaran dan ingin membuktikan secara langsung kenapa tempat tersebut dilarang untuk dikunjungi.

    Semoga apa yang terjadi pada Cerita Horor Thread KKN di Desa Penari ini tidak terulang kembali dikemudian hari.

Cak Taqim

Republik Artikel - Melayani jasa penulisan artikel murah untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kami berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi semua pelanggan. Republik Artikel menjunjung tinggi profesionalitas dalam pekerjaan sehingga Anda sebagai client kami, akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Leave a Reply